05.00

WIB
DURDEK AGAMA (HABLUMMINNANNAS: ( KELUARGA HARMONIS )+ DURDEK PENGETAHUAN AGAMA : TOLERANSI UMAT BERAGAMA

05.30

WIB
KAMPUNG EDU + TERTIUP ANGIN

06.00

WIB
AKUTA+ TK EPS.9 KU TAHU SUARA BINATANG

06.30

WIB
AKU DAN BINTANG + EPS.3 JANGAN ASAL JAJAN (ANAK SEHAT)

07.00

WIB
AKU DAN BINTANG+ EPS.10 MAKAN ENAK (ENERGI DAN PEMANFAATANNYA BAGI MAKHLUK HIDUP)

Ingin Hasil Seleksi Maksimal, LPMP NTB Tambah Kuota Calon IN

22
Apr
Dokumentasi Kemdikbud

Mataram, Kemdikbud --- Kurikulum 2013 akan diterapkan secara bertahap tak terbatas di Tahun Pelajaran 2014/2015. Hingga bulan ke-empat di tahun 2014 ini, proses persiapan implementasi Kurikulum 2013 telah memasuki tahap seleksi calon Instruktur Nasional (IN). Di Provinsi Nusa Tenggara Barat, seleksi calon IN untuk jenjang SD telah memasuki gelombang ke dua.
 
Disampaikan oleh Kepala Seksi Pemetaan Mutu Sekolah dan Supervisi Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) NTB, Sudiati Prihatiningrum, LPMP NTB menyediakan kuota untuk seleksi calon IN jenjang SD sebesar 405 calon IN. Dari jumlah tersebut, kebutuhan IN yang akan melatih guru sasaran jenjang SD nantinya adalah 324 orang.
 
“Kita sengaja melebihkan jumlah (guru dan kepala sekolah) yang dilatih sebagai calon IN, karena kami ingin IN yang dihasilkan benar-benar kompeten. Bukan sekadar memenuhi kuota,” kata wanita yang sehari-hari disapa Atin ini, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (15/04/2014).
 
Peserta diklat dilatih dalam beberapa gelombang. Untuk jenjang SD, hingga saat ini menyisakan pelatihan untuk pengawas. Rencananya, pengawas akan dilatih setelah pelatihan kepala sekolah dan guru SD selesai tanggal 20 April mendatang. Adapun batas nilai yang akan direkomendasikan (lulus) menjadi IN adalah 70.
 
Untuk jenjang SD, IN akan melatih 12 ribu guru sasaran. Dari 405 calon IN yang sedang menjalani pelatihan saat ini diketahui tidak semuanya akan mendapat rekomendasi menjadi IN. Namun mereka tak perlu khawatir, meskipun tidak menjadi IN mereka tetap menjadi guru sasaran. “Kalau mereka tidak mendapat rekomendasi, mereka tetap menjadi guru sasaran tapi tidak perlu lagi ikut diklat guru sasaran,” jelas Atin.
 
Adapun metode pelatihan yang dijalankan untuk calon IN ini, kata Atin, adalah metode pembelajaran orang dewasa. Artinya, calon IN tidak diberi ceramah yang panjang melainkan banyak tugas mandiri dan diskusi. Karena harapannya, keluaran dari Kurikulum 2013 baik bagi guru maupun siswa adalah timbulnya kreativitas, dan inovatif.
 
Peserta diklat IN telah melalui seleksi berkas terlebih dahulu dan telah tercatat di sistem. Oleh karena itu, jika di waktu pelatihan ada peserta yang tidak bisa mengikuti maka akan dicatat dan dipanggil lagi di gelombang berikutnya. Jika tetap tidak bisa hadir, seluruh calon IN yang belum dilatih tersebut akan dikumpulkan di tingkat provinsi untuk mendapatkan pelatihan seperti teman-temannya sebelumnya. “Jadi orang-orang ini bukan orang sembarangan, jadi akan tetap dilatih jika mereka tercantum di sistem,” katanya.

Pelatihan Instruktur Nasional Kepala Sekolah dan Guru SD di NTB Masuk Gelombang Ke Dua
Ingin Hasil Seleksi Maksimal, LPMP NTB Tambah Kuota Calon IN
UN Hari Terakhir, Wamendik Sidak Tiga Sekolah di Sulawesi Utara
Kualitas Lembar Jawaban UN Tahun Ini Jauh Lebih Baik
Dini Nurlelasari, Mahasiswa Bidikmisi yang Lulus Kuliah Kurang dari Tiga Tahun