Pelatihan Instruktur Nasional Kepala Sekolah dan Guru SD di NTB Masuk Gelombang Ke Dua 2

tv edukasi

Mataram, Kemdikbud — Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyelenggarakan seleksi calon instruktur nasional Kurikulum 2013 bagi kepala sekolah dan guru sekolah dasar (SD). Seleksi yang diselenggaran di sejak 1 April 2014 lalu ini, hingga Minggu, (13/04/2014) telah memasuki gelombang ke dua.

“Untuk pelatihan calon instruktur nasional gelombang ke dua, kepala sekolah mulai tanggal 11-16 April, sedangkan guru SD kelas 1 dan 4 mulai tanggal 14-20 April,” kata Kepala Seksi Fasilitasi Penjaminan Mutu Pendidikan, LPMP NTB, Sakban, Minggu (13/04/2014).

Sakban mengatakan, dalam satu gelombang seleksi mendatangkan 80 calon IN baik untuk kepala sekolah maupun guru. Di Provinsi NTB, terdapat lebih dari 1.000 calon IN yang akan mengikuti seleksi. Dari 1.000 lebih calon IN ini, kata Sakban, ditargetkan akan lulus 800 IN yang akan melatih 25 ribu guru sasaran Kurikulum 2013 di bulan Mei mendatang.

Dari seleksi gelombang pertama, kata Sakban, telah diperoleh kelulusan IN sebesar 70 persen dari jumlah peserta. Untuk gelombang berikutnya, kata dia, diharapkan akan diperoleh jumlah kelulusan yang lebih banyak.

Provinsi NTB memiliki enam nara sumber nasional dalam seleksi calon IN kepala sekolah. Setiap gelombang seleksi akan dibagi dalam dua kelas. Dalam satu kelas yang berisi 40 orang akan dilatih oleh dua nara sumber. “Sekarang sudah ada dua gelombang, jadi ada dua nara sumber yang kerja dobel,” kata Sakban.

Sakban menjelaskan, seleksi calon IN dibagi dalam beberapa gelombang dengan tujuan agar kegiatan belajar mengajar di sekolah tetap berlangsung dengan baik. Seleksi akan dilakukan secara estafet mulai dari jenjang SD, SMP, dan terakhir baru SMA/sederajat. “Kalau semua kita panggil serentak, nanti sekolah di kabupaten/kota bisa kosong,” terangnya.

Untuk anggaran, penyelenggaraan seleksi IN di Provinsi NTB sepenuhnya dibiayai oleh Kemdikbud. Dari total anggaran tersebut, sebesar 30 persen di antaranya khusus untuk membiayai pelatihan guru sasaran yang jauh dari lokasi mengajar. Guru sasaran yang lokasinya jauh, akan digabungkan dalam satu tempat sehingga mereka tidak perlu bolak balik setiap hari seperti guru sasaran yang berada di dekat tempat pelatihan kurikulum 2013 (TPK).

Provinsi NTB memiliki 116 kecamatan dan 99 lokasi TPK. Calon IN yang dinyatakan lulus akan diberi wewenang untuk melatih guru sasaran. Sedangkan yang tidak lulus, otomatis menjadi guru sasaran, namun tidak akan ikut lagi dalam pelatihan guru sasaran. Tahun 2013, NTB memiliki 98 sekolah sasaran yang semuanya terdapat di pulau Lombok.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

20 − 7 =

Theme developed by TouchSize - Premium WordPress Themes and Websites